Sabtu, 10 Mei 2014

Kontroversi Islam & Sains


ASAL USUL ALAM SEMESTA


Pernahkah Anda merenung tentang asal usul alam semesta, bagaimanakah alam semesta dapat berbentuk ? Pertanyaan tersebut yang mendorong ilmuan di setiap zaman termotivasi untuk melakukan eksperimen dan mengeluarkan teori tentang asal usul alam semesta, di ataranya adalah Teori Steady State yang menyatakan bahwasanya alam semesta tiada mempunyai awal dan akhir. Dan ada juga Teori Big Bang yang menyatakan bahwasanya alam semesta terbentuk akibat sebuah ledakan besar dari satu titik yang mempunyai kerapatan yang luar biasa.
            Teleskop Hubble yang dapat mengamati luar angkasa telah membuktikan bahwa bintang-bintang di luar angkasa dan juga galaksi-galaksi bergerak saling menjauh, hal ini berarti alam semesta mengembang. Apabila alam semesta mengembang, maka secara logika asal alam semesta dahulu berada pada suatu titik. Ibarat balon yang mengembang, pasti sebelumnya berasal dari suatu titik yang belum mengembang.
            Peristiwa Big Bang masih menyisakan radiasi sisa setelah peristiwa Big Bang dan radiasi tersebut masih dapat diamati pada saat ini. Radiasi latar belakang kosmik yang merupakan bukti Big Bang berhasil dideteksi oleh Arno Penzias dan Robert Wilson pada tahun 1965, dan keduanya mendapatkan hadiah Nobel karena penemuannya. Jelas sekali secara ilmiah bahwasanya alam semesta terbentuk karena Big Bang, ini artinya dahulu alam semesta hanya satu titik yang mempunyai kerapatan luar biasa dan dahulunya langit dan bumi itu berasal dari satu titik tersebut.
            Harun Yahya seorang penulis besar mengatakan : “Big Bang tak hanya membuktikan bahwa alam semesta diciptakan dari ketiadaan, tetapi ia juga diciptakan secara sangat terencana, sistematis, dan teratur. Big Bang terjadi melalui ledakan suatu titik yang berisi semua materi dan energi alam semesta serta penyebarannya ke segenap penjuru ruang angkasa dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dari materi dan energi ini, muncullah suatu keseimbangan luar biasa yang melingkupi berbagai galaksi, bintang, matahari, bulan, dan benda angkasa lainnya. Hukum alam pun terbentuk yang kemudian disebut ‘Hukum Fisika’, yang seragam di seluruh penjuru alam semesta dan tidak berubah. Hukum Fisika yang muncul bersamaan dengan Big Bang tak berubah sama sekali selama lebih dari 15 miliar tahun. Selain itu, hukum ini didasarkan atas perhitungan yang sangat teliti, sehingga penyimpanan satu milimeter saja dari angkasa yang ada sekarang akan berakibat pada kehancuran seluruh bangunan dan tatanan alam semesta. Semua ini menunjukan bahwa suatu tatanan sempurna muncul setelah Big Bang.”
            Beratus-ratus tahun yang lalu sebelum ditemukan teleskop Hubble dan sebelum ditemukan bukti ilmiah tentang Big Bang, dalam Al-Qur’an disebutkan: “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup, maka mengapa mereka tiada juga beriman?” (Al-Anbiya: 30).



MATEMATIKA AL-QUR’AN


     Al-Qur’an adalah kalam Allah yang merupakan sebuah mukjizat. Tidak ada yang menandingi keindahan bahasa Al-Qur’an dan keindahan ketika kita melantukan Al-Qur’an. Banyak orang yang hatinya tergetar jika dibacakan ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga kemudian dia mendapatkan risalah kebenaran. Al-Qur’an adalah satu-satunya kitab yang terjaga keasliannya walau telah diturunkan 14 abad yabg lalu. Banyak usaha-usaha yang dilakukan oleh orang-orang kafir untuk memalsukan Al-Qur’an, namun usaha itu selalu kandas. Al-Qur’an yang berjumlah 30 juz, 112 surah, 6.000 lebih ayat, dan 51.900 kata itu dengan mudah dihafalkan oleh orang-orang yang beriman dan mempunyai hati yang bersih. Al-Qur’an adalah sumber ilmu yang tidak pernah ketinggalan zaman,bahkan selalu mendahului zaman, karena kebenarannya baru terbukti ketika zaman sudah mampu menciptakan teknologi. Keajaiban lain dari Al-Qur’an yang tak kalah mencengangkan adalah bahwa Al-Qur’an ternyata tersusun menurut perhitungan Matematis yang sangat teliti dan sangat cerdas!!
Berikut ini sejumlah perhitungan yang benar-benar merupakan mukjizat.
1.    Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk tunggal disebutkan sebanyak 365 kali, yang sama jumlahnya dengan jumlah hari pada tahun Syamsiah.
2.    Kata “Yaum” (hari) dalam bentuk jamak sebanyak 30 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu bulan.
3.    Kata “Syahr” (bulan) sebanyak 12 kali, sama dengan jumlah bulan dalam satu tahun.
4.    Kata “Sab’u” (minggu) disebutkan 7 kali, sama dengan jumlah hari dalam satu minggu.
5.    Jumlah “Saah” (jam) yang didahului dengan “Harf” sebanyak 24 kali, sama dengan jumlah jam dalam satu hari.
6.    Kata “Sujud” disebutkan 34 kali, sama dengan jumlah rakaat dalam shalat 5 waktu.
7.    Kata “Shalawat” disebutkan 5 kali, sama dengan jumlah shalat wajib sehari semalam.
Dan masih banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Sekarang lakukan perhitungan sebagai berikut:
Dengan mencari persentase jumlah kata “bahr” (lautan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr), kita dapatkan: (32/45) x 100% = 71.1111111%
Dengan mencari persentase jumlah kata “barr” (daratan) terhadap total jumlah kata (bahr dan barr) kita dapatkan: (13/45) x 100% = 28.888888889%

      Kita akan mendaatkan bahwa Allah Swt, dalam Al-Qur’an pada 14 abad yang lalu menyatakan bahwa persentase air di bumi adalah 71.11111111%, dan persentase daratan adalah 28.888888889, dan ini adalah rasio yang rill dari air dan daratan. Itulah sebagian kecil keajaiban dan kemukjizatan Al-Qur’an. Keajaiban yang lain merupakan misteri yang akan insya Allah akan di pecahkan oleh orang-orang yang berilmu.

      Seorang ahli Biokimia berkebangsaan Amerika keturunan Mesir dan seorang ilmuan muslim, Dr. Rashad Khalifa, adalah orang pertama yang menemukan sistem Matematika pada desain Al-Qur’an. Dia memulai 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar